07 Agustus 2019

Apa Itu Revolusi Industri 4.0?


Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan revolusi industri 4.0? Secara singkat, pengertian industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber.

Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif.

Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Singkatnya, revolusi 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.

Dikutip dari Wikipedia, revolusi industri 4.0 memiliki empat prinsip yang memungkinkan setiap perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan berbagai skenario industri 4.0, diantaranya adalah:
  1. Interoperabilitas (kesesuaian); kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk terhubung dan saling berkomunikasi satu sama lain melalui media internet untuk segalanya (IoT) atau internet untuk khalayak (IoT).
  2. Transparansi Informasi; kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor.
  3. Bantuan Teknis; pertama kemampuan sistem bantuan untuk membantu manusia mengumpulkan data dan membuat visualisasi agar dapat membuat keputusan yang bijak. Kedua, kemampuan sistem siber-fisik untuk membantu manusia melakukan berbagai tugas yang berat, tidak menyenangkan, atau tidak aman bagi manusia.
  4. Keputusan Mandiri; kemampuan sistem siber-fisik untuk membuat keputusan dan melakukan tugas semandiri mungkin.
Revolusi industri 4.0 akan membawa banyak perubahan dengan segala konsekuensinya, industri akan semakin kompak dan efisien. Namun ada pula risiko yang mungkin muncul, misalnya berkurangnya Sumber Daya Manusia karena digantikan oleh mesin atau robot.

Dunia saat ini memang tengah mencermati revolusi industri 4.0 ini secara saksama. Berjuta peluang ada di situ, tapi di sisi lain terdapat berjuta tantangan yang harus dihadapi.

Apa sesungguhnya revolusi industri 4.0? Prof. Klaus Martin Schwab, teknisi dan ekonom Jerman, yang juga pendiri dan Executive Chairman World Economic Forum, yang pertama kali memperkenalkannya. Dalam bukunya The Fourth Industrial Revolution (2017), ia menyebutkan bahwa saat ini kita berada pada awal sebuah revolusi yang secara fundamental mengubah cara hidup, bekerja dan berhubungan satu sama lain.

Perubahan itu sangat dramatis dan terjadi pada kecepatan eksponensial. Perubahan yang sangat berpengaruh dalam kehidupan di banding era revolusi industri sebelumnya. Pada revolusi Industri 1.0, tumbuhnya mekanisasi dan energi berbasis uap dan air menjadi penanda.

Tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin. Mesin uap pada abad ke-18 adalah salah satu pencapaian tertinggi. Revolusi 1.0 ini bisa meningkatkan perekonomian yang luar biasa. Sepanjang dua abad setelah revolusi industri pendapatan perkapita negara-negara di dunia meningkat enam kali lipat.

Revolusi Industri 2.0 perubahannya ditandai dengan berkembangnya energi listrik dan motor penggerak. Manufaktur dan produksi massal terjadi. Pesawat telepon, mobil, dan pesawat terbang menjadi contoh pencapaian tertinggi.

Perubahan cukup cepat terjadi pada revolusi Industri 3.0. Ditandai dengan tumbuhnya industri berbasis elektronika, teknologi informasi, serta otomatisasi. Teknologi digital dan internet mulai dikenal pada akhir era ini. Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan berkembangnya Internet of/for Things, kehadirannya begitu cepat.

Banyak hal yang tak terpikirkan sebelumnya, tiba-tiba muncul dan menjadi inovasi baru, serta membuka lahan bisnis yang sangat besar. Munculnya transportasi dengan sistem ride-sharing seperti Go-jek, Uber, dan Grab. Kehadiran revolusi industri 4.0 memang menghadirkan usaha baru, lapangan kerja baru, profesi baru yang tak terpikirkan sebelumnya.

26 Maret 2019

Kumpulan Motivasi Mengenai Kepemimpinan

"Inovasi adalah hal yang membedakan antara pemimpin dengan pengikut." 
(Steve Jobs)
"Pemimpin sejati tidak butuh memimpin; ia lebih senang menunjukkan arah."
(Henry Miller)
"Telinga seorang pemimpin harus peka dengan suara orang lain."
(Woodrow Wilson)
"Pemimpin adalah orang yang mengetahui suatu cara; menjalankan dan sekaligus menunjukkan cara tersebut."
(John C. Maxwell)
"Seseorang harus mengambil tanggung jawab menjadi seorang pemimpin."
(Toni Morrison)
"Adalah sama menjadi seorang pemimpin dengan menjadi dirimu sendiri; bisa sangat mudah dan sederhana, tapi juga bisa sangat sulit."
(Anonim)
"Seorang manajer bertanya 'bagaimana' dan 'kapan'; sementara seorang pemimpin bertanya 'apa' dan 'mengapa'."
(Warren G. Bennis)
"Seorang manajer menerima 'status-quo'; sementara seorang pemimpin berjuang melawannya."
(Warren G. Bennis)
"Setiap manusia adalah pemimpin; setidaknya memimpin dirinya sendiri."
(Anonim)
“Kepemimpinan itu tindakan, bukan jabatan.”
(Donalt H. McGannon)
“Pemimpin adalah orang yang mengemban tanggung jawab. Ia mengatakan, “Saya kalah.” Ia tidak mengatakan, “Anak buahku kalah.”
(Antoine de Saint-Exupery)
“Memimpin itu bukan memukul kepala orang.”
(Dwight D. Eisenhower)
“Ingatlah perbedaan antara Bos dan pemimpin; seorang bos bilang, ‘Pergi’. Sedang seorang pemimpin bilang, ‘Mari kita pergi bersama.’ “
(E.M Kelly)
“Pemimpin tidak menciptakan pengikut; pemimpin itu menciptakan lebih banyak pemimpin.”
(Tom Peters)
“Seseorang itu (dianggap) pemimpin ketika pengikutnya berdiri disampingnya.”
(Mark Brouwer)
“Pemimpin itu memimpin dengan contoh, bukan dengan paksaan.”
(Sun Tzu)
“Untuk memimpin orang lain, berjalanlah di belakang mereka.”
(Lao Tzu)
"Dengarkan kata kata orang yang kau anggap sebagai pemimpin sejati; karena suatu saat kau bisa saja menggantikannya."
(Anonim)
"Engkau tidak harus memangku jabatan agar bisa menjadi seorang pemimpin."
(Anthony J. D'Angelo)
"Agar bisa jadi seorang pemimpin, kau harus bisa membuat orang lain mau mengikutimu; karena tidak ada seorangpun mau mengikuti orang yang tidak tahu kemana ia akan pergi."
(Joe Namath)
"Pemimpin yang baik adalah orang yang mengajarkan cara meraih potensi diri seseorang; sementara pemimpin sejati adalah orang yang mau membantu menemukan potensi tersebut pada orang lain."
(Bo Bennet)
"Tanggung jawab pertama seorang pemimpin adalah mendefinisikan kenyataan. Tanggung jawab terakhir seorang pemimpin adalah mengucapkan terima kasih. Di antara keduanya, pemimpin adalah budak."
(Max de Pree)
"Pemimpin yang sukses adalah seorang yang bisa membawa orang lain menjadi sukses."
(Anonim)