22 April 2018

Harga Yang Harus Dibayar Dari Sebuah Penundaan

Tahukan Anda jika Yahoo sudah diakuisisi Verizon?

Sebuah akhir yang tragis ikon internet yang begitu adi daya pada masanya, meskipun mungkin Anda masih memakai email akun Yahoo sampai saat ini. Tragisnya Yahoo hanya diakusisi Verizon dengan nilai 65 Triliun. Padahal ditahun 2000, nilai Yahoo sekitar 1300 Triliun. Tentu ini berita yang sangat mengejutkan sekaligus menyedihkan. Bahkan 6 tahun lalu Yahoo sempat ditawar Microsoft 650 Triliun tapi tidak dilepas. Sekarang dilepas di harga 65 Triliun. Ini namanya apes....

Kisah kejatuhan Yahoo adalah kisah kelam tentang innovator yang dilema dan menganggap sebelah mata kompetitor. Ketika jaya terbuai, malas atau lupa berinovasi. Banyak analisis yang mempertanyakan kenapa yang dulu melahirkan Facebook bukan Yahoo yang saat itu punya segalanya? Banyak analisis yang tertegun kenapa yang melahirkan Instagram bukan Yahoo yang dulu punya flickr yang perkasa.

Itulah misteri inovasi yang selalu penuh misteri. Sama dengan kekagetan kita kenapa Sony bisa tumbang dalam perang smartphone? Padahal dulu Sony adalah raksasa elektronik dunia. Selalu terjadi, saat jadi market leader, kecenderungan perusahaan raksasa selalu meremehkan pemain baru dan kecil. Noktah kecil doang kata Nokia saat Android hadir. Namun akhirnya Nokia pun tumbang. Mainan anak kampus doang kata Yahoo saat Facebook hadir. Saat Instagram hadir, Yahoo dengan flickr santai saja karena yakin dengan kebesaran dan kejayaan mereka.

Ternyata itu penyakit khas innovator. Terlalu yakin dengan produk sendiri. Cuek terhadap lawan baru dan kecil. Yahoo merasakannya hari ini dengan amat menyedihkan. Saat jaya Yahoo juga pernah ditawari membeli Google di tahun 2002 dengan harga 13 Triliun. Tapi Yahoo menolak dengan alasan kemahalan. Tahu berapa nilai Google sekarang? 8000 Triliun saja. Itulah takdir Yahoo batal dapat untung 8000 Triliun, malah harus dijual dengan harga hanya 65 Triliun.

Yes, Creative Destruction:
Anda harus rela mengubur produk sendiri, sebelum dilibas rival tanpa ampun. Cerita kehancuran Yahoo ini seolah menjadi tamparan keras bagi pebisnis dalam bidang apa saja, siapa yang tidak berinovasi dalam bisnisnya maka siap-siap dilibas oleh kompetitor tanpa ampun. Yahoo adalah salah satu dari puluhan perusahaan raksasa yang telat berinovasi dan akhirnya tumbang perlahan-lahan. Dari kisah singkat ini semoga kita dapat mengambil banyak pelajaran bahwa semua kemungkinan bisa saja terjadi, bahkan perusahaan digital sekelas Yahoo saja bisa tumbang walaupun sekarang kita masih bisa menikmati layanan emailnya.

MASA DEPAN ITU HARAPAN? TERGANTUNG KITA MEMULAINYA, KARENA MASA DEPAN ITU BISA JADI MAHAL APABILA TANPA ANTISIPASI, HANYA YANG MEMPERSIAPKANNYA DARI SEKARANG YANG BISA MENGUBAH HARAPAN JADI KENYATAAN!

(disarikan dari berbagai sumber)