14 Oktober 2016

Bacalah Tiga Menit Untuk Perubahan Masa Depan Anda

Suatu hari seorang raja mendapat hadiah 2 ekor anak burung elang. Kemudian sang raja berpikir, akan bagus sekali jika elang ini dilatih untuk terbang tinggi. Untuk dia memanggil pelatih burung yang tersohor di negerinya untuk melatih 2 elang ini. Setelah beberapa bulan, pelatih burung ini melapor : "Seekor elang telah terbang tinggi dan melayang-layang di angkasa, namun yang seekor lagi tidak beranjak dari pohonnya."

Raja lalu memanggil semua ahli hewan untuk memeriksa elang kesayangannya ini namun tidak ada yang berhasil menyembuhkan dan membuat elang ini terbang. Berbagai usaha dan upaya telah dilakukan, tetapi elang ini tidak kunjung bergerak dari dahannya. Kemudian ia bertemu dengan petani yang sangat mengenal akan sifat elang dan raja pun meminta bantuan petani itu.

Keesokan harinya ketika Raja mengunjungi elang ini, ia kaget melihat elang ini sudah terbang tinggi.
Dengan penuh penasaran Raja bertanya kepada petani, apa yang ia lakukan. Petani menjawab :
"Saya hanya memotong cabang pohon yang selama ini dihinggapinya".

Dahan itu yang membuatnya selama ini NYAMAN sehingga MALAS untuk terbang. Kita dilahirkan sebagai PEMENANG, kita ditakdirkan untuk terbang tinggi, namun, ada yang memegang terlalu erat yaitu : KETAKUTAN, tidak ada yang mau melepaskan ketakutan itu dan tidak mau beranjak dari posisinya, atau terkadang kita terlalu memegang zona kenyamanan, hingga takut dan tidak mau melepaskannya.
  • Takut capek
  • Takut di tolak
  • Takut kerja keras
  • Takut mencoba
  • Takut rugi
  • Takut ribet
  • Takut tak berkembang
  • Takut gagal
  • Takut pindah
  • Takut repot
  • Takut diejek
  • Takut tak bisa
  • Takut investasi
  • Takut prospek
  • Takut follow up
  • Takut sharing
  • Takut belajar
  • Takut mengembangkan diri
  • Takut jadi pemimpin .. dll.

Dan segala jenis ketakutan yang kita miliki masing-masing.
Lepaskan segala ketakutan itu, lepaskan zona kenyamanan itu, kenali dirimu, tumbuhkan kekuatan dan rasa percaya diri.
Maka kamu akan TERBANG TINGGI.
Kenali dirimu dan potensimu karena takdir kita adalah seorang Pemenang
  • Berani bermimpi
  • Berani melangkah
  • Berani berjuang habis - habisan
Sampai akhirnya anda sukses terbang tinggi
DREAM - PRAY - ACTION
Semangat Pagi 

20 Agustus 2016

Hidup Itu Seperti Permainan Bola Karet dan Bola Kaca


Brian Dyson, mantan eksekutif Coca Cola, pernah menyampaikan pidato yang sangat menarik, "Bayangkan hidup itu seperti pemain akrobat dengan lima bola ditangan dan lempar-lemparkan di udara". Kita bisa menamai bola itu dengan sebutan: Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Sahabat, dan Semangat".

Kita semuanya harus menjaga semua bola itu tetap di udara dan jangan sampai ada yang terjatuh. Seandainya situasi mengharuskan kita melepaskan salah satu diantara lima bola tersebut, lepaskanlah Pekerjaan karena pekerjaan adalah BOLA KARET.

Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali, namun 4 bola lain seperti: Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat adalah BOLA KACA.  Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal! Dia akan hancur berkeping-keping dan tak akan bisa kembali utuh.

Brian Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang. Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga Pekerjaan yang mana adalah bola karet, bahkan kita rela mengorbankan Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat demi menyelamatkan bola karet tersebut.

Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga. Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita jadi gila kerja dan tidak memperhatikan Kesehatan. Bahkan demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan sahabat yang telah kita bangun selama bertahun tahun. Bukan berarti pekerjaan tidak penting, jangan sampai pekerjaan atau uang menjadi BERHALA dalam hidup kita.

Ingatlah, kalaupun kita kehilangan uang masih bisa kita cari lagi, tapi jika Keluarga sudah terjual, kemana kita akan membelinya lagi?
Uang hilang masih bisa dicari, tapi apa kita bisa membeli Sahabat?
Uang hilang masih bisa dicari, tapi apakah kita bisa memulihkan Kesehatan kita secara normal jika kita terkena penyakit kritis?

Jagalah prioritas hidup Anda tetap seimbang.

31 Januari 2016

Yang Inipun Akan Berlalu

Pada suatu hari, seorang Bijak meminta kepada seorang tukang emas yang sudah tua renta untuk membuat cincin dan menuliskan sesuatu di dalamnya.

Sang Bijak berpesan, "Tuliskanlah sesuatu yang bisa di simpulkan dari seluruh pengalaman dan perjalanan hidupmu supaya bisa menjadi pelajaran bagi hidupku".

Berbulan-bulan si tukang emas yang tua membuat cincin tersebut merenung kalimat apa yang patut diukir di cincin emas yang kecil itu.
Akhirnya, si tukang emas mengukir sepotong kalimat, dan menyerahkan cincinnya pada sang Bijak.

Dengan tersenyum,  sang Bijak membaca tulisan kecil di cincin itu.
Bunyinya,

"THIS TOO, SHALL PASS"
("Yang inipun, akan berlalu").

Awalnya sang Bijak tidak terlalu paham dengan tulisan itu. Tapi suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan hidup yang pelik, tak sengaja ia membaca tulisan di cincin itu
"YANG INI PUN AKAN BERLALU",
lalu ia pun menjadi lebih tenang

Dan tatkala ia sedang bersenang-senang, ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu
"YANG INI PUN AKAN BERLALU",
lantas ia menjadi rendah hati kembali.

Ketika kita mempunyai masalah besar ataupun sedang dalam kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat
" YANG INI PUN AKAN BERLALU "

Tidak ada satupun di dunia ini yang abadi. Jadi, ketika kita punya masalah, jalanilah dan janganlah terlalu bersedih. Demikian juga tatkala kita sedang senang,
nikmatilah dan syukuri.

Ingatlah, apapun yang kita hadapi saat ini, semuanya akan berlalu.

Untuk itu :
• Tetaplah SEJUK di tempat yang Panas..
• Tetaplah MANIS di tempat yang begitu Pahit..
• Tetaplah merasa KECIL meskipun telah menjadi Besar.. dan
• Tetaplah TENANG di tengah Badai yang paling Hebat..

THIS TOO SHALL PASS ...

Dari berbagai sumber di Internet

12 Januari 2016

Buah Dari Keikhlasan


Sore hari, 20 tahun yang lalu, seorang bocah kecil mendatangi sebuah warung Tegal di pinggir jalan yang selalu ramai didatangi orang orang sekitar, Setelah menunggu lama hingga semua pelanggan keluar , barulah ia berani masuk ke dalam dan berkata:

“Saya mau membeli sebungkus nasi putih saja, terima kasih!”

Suami istri pemilik warteg tersebut melihat bocah kecil itu sama sekali tidak memilih lauk, namun tanpa bertanya apa-apa, dia membungkus nasi putih yang cukup banyak serta memberikannya kepada dia. Pada saat bocah kecil itu membayar, ia berkata

“Apakah saya boleh menambah sedikit kuah saja dari lauk yang ada diatas nasi putih saya?”

Pemilik warung tersenyum ramah berkata: “Boleh silahkan, tidak usah bayar nak!”
Setelah mendengar bahwa kuah lauk ternyata gratis, ia segera memesan semangkuk nasi putih lagi. Pemilik warung itu berkata: “Apakah semangkuk tidak cukup nak? Kalau begitu aku tambahkan saja porsi nasinya ya..”
Bocah tersebut berkata “Oh, enggak kok buk ! Nasi yang dibungkus ini rencananya akan saja buat bekal untuk dibawa ke sekolah besok pagi.”

Pemilik warung tegal tersebut berpikir bahwa bocah kecil tersebut pastilah berasal dari keluarga yang kurang mampu serta hidup jauh dari keluarga demi menuntut ilmu.

Ia terlihat sangat berhemat dan mandiri. Pemilik warteh itu secara diam-diam menaruh 1 sendok besar lauk daging dan sebutir telur. Ia menutup semua lauk itu dengan nasi putih agar sama sekali tidak terlihat.

Istri dari pemilik warung Tegal tidak habis pikir mengapa lauk tersebut tidak ditaruh di atas nasi namun harus disembunyikan?

Pemilik warung berbisik kepada istrinya, “Jika bocah kecil itu tahu bahwa kita menambahi lauk di atas nasi putih tersebut maka bocah itu akan merasa kita sedang berbelas kasihan kepada dia dan secara tidak langsung mungkin saja kita menyakiti harga dirinya, dengan begitu dia bisa jadi sungkan untuk datang lagi kemari".

Jikalau dia akhirnya pergi ke warung lain dan hanya makan nasi putih saja, dari mana datangnya tenaga untuk belajar?”
  
Pada saat bocah kecil tersebut menerima sebungkus nasi yang cukup berat, dia tampak berulang kali melihat ke arah pasangan suami istri tersebut. Pemilik warung itu dengan tersenyum lebar berkata: “Semangat yah! Sampai jumpa besok!” Dia melambaikan tangannya serta dengan jelas mengisyaratkan kepada bocah tersebut untuk datang lagi besok hari.

Mata bocah kecil itu berkaca-kaca. Sejak saat itu hampir setiap hari kecuali hari libur, dia selalu datang untuk membeli dua bungkus nasi putih. Sebungkus nasi putih selalu dijadikan bekal di sekolah keesokkan harinya. Pemilik warung tersebut dengan setia memyembunyikan lauk rahasia di dalam nasi putih yang dibelinya.

Hingga kemudian bocah ini beranjak dewasa dan lulus dari universitas, selama 20 tahun pasangan suami istri ini pun tidak pernah melihat bocah itu lagi.

SINGKAT CERITA WAKTU BERLALU …
20 TAHUN KEMUDIAN

Suatu hari, pasangan suami istri yang sudah paruh baya ini menerima surat pemberitahuan dari PEMDA untuk pembongkaran warung mereka, sebab mereka memang berjualan di tanah milik negara. Hal ini membawa kesedihan bagi sang pemilik warteg dan Istrinya sebab Dalam usia sekian dengan kehilangan sumber pemasukan, mereka menjadi sangat khawatir akan masa depan,bagaimana menghadapi keadaan ekonomi yang pasti semakin sulit? Mereka hanya dapat menangisi keadaan mereka setiap hari.

Namun suatu hari, tiba-tiba datang seorang anak muda dengan berpakaian jas menghampiri warung mereka. Dia berkata: “Apa kabar, saya adalah wakil Direktur dari perusahaan XX, Direktur kami memberi perintah kepada saya untuk meminta Anda mengelola kantin bawah gedung kantor kami, seluruh biaya peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan akan ditanggung oleh kantor kami, anda hanya perlu mengarahkan team koki untuk memasak, kemudian keuntungannya akan dibagi rata dengan perusahaan!”

Pasangan suami istri tersebut dengan ragu-ragu bertanya: “Direktur perusahaan kalian itu siapa? Kenapa begitu baik sekali terhadap kami?”
“Kalian adalah penolong bagi Direktur perusahaan kami, Direktur perusahaan kami suka sekali makan lauk telur dan daging masakan kalian. Saya hanya mengetahui itu saja, untuk selebihnya kalian dapat menanyakannya langsung kepadanya!”

Ternyata Direktur itu adalah sang bocah cilik 20 tahun yang lalu setiap hari datang hanya membeli sebungkus nasi putih. Setelah lewat 20 tahun dia mulai membuka usahanya dan berhasil mendirikan sebuah perusahaan. Sekarang dia membalas budi kepada pasangan suami istri ini !

Mari kita Petik Pelajaran dari Kisah diatas....

Menolong dengan Tulus bagi sesama yang membutuhkan adalah hal yang Luar Biasa ! bahkan kalau perlu jangan sampai Orang yang kita tolong tahu bahwa kita menolong mereka, Tapi berharaplah balasan dari Tuhan, Tuhan pasti akan membalas kebaikan yang pernah kita lakukan, Yakinlah!
Mari berdoa agar kita bisa memberi secara Ikhlas seperti pemilik warung tersebut.. dan kita mau membalas Budi orang lain seperi yang dilakukan Anak kecil tersebut…. termasuk bagi yang menyebarkan kisah Inspiratif ini, terima kasih!

Sumber : sebarkanlah.com