30 Desember 2015
Temukan Cinta Dalam Bekerja
29 Desember 2015
Ayah
28 Desember 2015
Renungan Tentang Rezeki
Rezeki itu tidak terbatas pada harta dan makanan, rezeki Allah itu luas
Rezeki itu bisa berupa teman yang shalih,
Atau pikiran yang tenang dan rileks,
Atau tidur yang nyenyak,
Atau tempat bernaung yang membuatmu tidak butuh pada orang lain dan terhina,
Atau berupa pemandangan yang menyejukkan hati dan mengubah moodmu,
Atau berupa seseorang yang mencintaimu dan bersabar atas segala kesalahanmu,
Atau berupa kata-kata indah yang engkau baca,
Atau berupa kasih sayang ibu dan ayah,
Atau berupa pundak orang yang engkau cintai sebagai tempatmu menangis,
Atau berupa kesempatan duduk bersama saudara-saudaramu yang bisa membuatmu menghapus kegalauan,
Atau berupa rasa hormat dari orang-orang disekelilingmu,
Atau berupa hadiah dari orang yang begitu berarti bagimu,
Atau berupa kemampuanmu untuk melayani diri sendiri,
Belajarlah memaknai setiap pemberian Allah, Jangan lupa untuk selalu mengiringi karunia-Nya dengan syukur..
Begitulah..
Disetiap kondisi selalu ada rezeki Allah untuk kita.
09 Desember 2015
Berseteru Memperebutkan Ibu
Pada salah satu pengadilan Qasim, Kerajaan Saudi Arabia, berdirilah Hizan al Fuhaidi dengan air mata yang bercucuran sehingga membasahi janggutnya. Apa sebabnya? Karena ia kalah dalam perseteruannya dengan saudara kandungnya.
Mengenai apakah perseteruan dengan saudaranya itu?, Tentang tanahkah?, atau warisan yg mereka saling perebutkan?
Bukan karena itu semua!!
Ia kalah terhadap saudaranya terkait pemeliharaan ibunya yg sudah tua renta dan bahkan hanya memakai sebuah cincin timah di jarinya yg telah keriput.
Seumur hidupnya, ibunya tinggal dengan Hizan yg selama ini menjaganya.
Tatkala beliau telah manula, datanglah adiknya yang tinggal di kota lain, utk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya, dengan alasan, fasilitas kesehatan dan sebagainya di kota jauh lebih lengkap daripada di desa.
Namun Hizan menolak dengan alasan, selama ini ia mampu untuk menjaga ibunya. Perseteruan ini tdk berhenti sampai di sini, hingga berlanjut ke pengadilan.
Sidang demi sidang berlalu, hingga pada akhirnya sang hakim pun meminta agar sang ibu dihadirkan di majelis.
Kedua bersaudara ini membopong ibunya yang sudah tua renta yang beratnya sudah tidak sampai 40 Kg.
Sang Hakim bertanya kepadanya, siapa yang lebih berhak tinggal bersamanya. Sang ibu memahami pertanyaan sang hakim, ia pun menjawab , sambil menunjuk ke Hizan, “Ini mata kananku!”
Kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata, “Ini mata kiriku!".
Sang Hakim berpikir sejenak kmudian memutuskan hak kepada adik Hizan, berdasar kemaslahatan bagi si ibu.
Betapa mulia air mata yg dikucurkan oleh Hizan. Air mata penyesalan karena tidak bisa memelihara ibunya tatkala beliau telah menginjak usia lanjutnya.
Dan, betapa terhormat dan agungnya sang ibu, yang diperebutkan oleh anak-anaknya hingga seperti itu.
Andaikata kita bisa memahami, bagaimana sang ibu mendidik kedua putranya hingga ia menjadi ratu dan mutiara termahal bagi anak-anaknya.
Ini adalah suatu pelajaran mahal tentang berbakti, tatkala durhaka sudah menjadi budaya.
“Ya ALLAH, Yaa Robb kami!! Anugerahkan kepada kami keridhoan ibu kami dan berilah kami kekuatan agar selalu bisa berbakti kepadanya!!” aamiin
Copas dari Sahabat yang baik hati
#Doaibu
#Ibunda
#Ibu
#Doaseorangibu
Sumber : www.aryginanjar.com
13 November 2013
Ucapan Yang Membangun dan Menghancurkan Masa Depan Anak
Kira-kira ucapannya seperti ini,:
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu saya. Sewaktu saya masih kecil, Ibu selalu mengatakan bahwa semua lukisan tangan saya itu setara dengan karya Picasso.
Pada saat saya sedang dalam keadaan sulit, ia selalu bilang:
"Jodi, kamu pasti bisa mengatasinya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan".
"Dan, kata-kata inilah yang selalu terngiang di benak saya hingga akhirnya saya yakin dan mampu untuk menjadi seorang seniman sehebat Picasso.”
Ternyata, dulu Jodi Foster sangat gemar melukis. Dan, sering kali mengganggu ibunya hanya untuk memperlihatkan hasil lukisan-lukisannya yang pada saat itu semuanya masih tampak seperti benang kusut.Tetapi apa yang terjadi jika seandainya yang diucapkan oleh ibunya adalah seperti ini:
“Jodi jangan pernah ganggu pekerjaan ibu lagi dengan lukisan-lukisan burukmu itu ya. Sudahlah Jodi, kamu tidak akan pernah mampu untuk menjadi seniman. Cepat sana segera selesaikan PR-mu, sebelum ibu berubah pikiran!”
Kalimat-kalimat negatif seperti ini akan meninggalkan kesan dan luka yang mendalam bagi diri seorang anak. Bisa jadi, kalimat tersebut akan tertanam di dalam benaknya sepanjang hidupnya. Dalam beberapa kasus ditemui, pengaruh kata-kata di duga lebih menghancurkan hidup seorang anak daripada kekerasan yang menyangkut fisik.
Kata-kata yang kita ucapkan kepada anak membawa pengaruh besar bagi hidupnya karena setiap kata atau kalimat yang diucapkan sekaligus membawa pesan tersirat tentang dirinya, baik berhubungan dengan kemampuan ataupun ketidakmampuannya.
Begitu si anak menyimpan pesan itu dalam batinnya, pesan itu lama-lama menjadi suatu keyakinan dan pembenaran atas setiap kegagalan yang dialaminya. Bahkan, sering kali kata negatif yang telah terserap dalam alam bawah sadarnya tetap bekerja, meskipun ia tidak menyadarinya.
Bayangkan, pada saat dilakukan penelitian terhadap kekuatan kalimat positif, Douglas Bloch mewawancara dua kelompok, yakni orang-orang yang sukses dan orang-orang yang tinggal di penjara. Ternyata ada perbedaan besar sekali mengenai kata-kata yang dulu sering didengar dari orangtua mereka.
Inilah kata-kata yang dulu sering didengar oleh sebagian besar kelompok orang yang dipenjara:
“Kamu memang anak sialan, lihat saja nanti kelak hidupmu akan berakhir di penjara!”
Sementara itu, inilah kata-kata yang dulu sering didengar oleh kelompok orang-orang yang sukses. Mereka selalu diberikan dua jenis kalimat positif, yaitu kalimat penghargaan dan penguatan.
Kalimat Penghargaan :
- “Lihat betapa bagusnya kamu melakukan itu.”
- “Terimakasih, kamu telah menepati janji.”
- "Terimakasih, kamu telah membantu Ibu"
- “Papa sungguh berterimakasih, kamu telah mau berusaha.”
Kalimat Penguatan :
- “Mama yakin, kamu akan mampu mengatasinya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan!”
- “Mama yakin, kamu sesungguhnya anak baik, hanya mungkin kali ini kamu sedang terpengaruh oleh teman-temanmu yang tidak baik. Apakah kamu mau bila mama membantumu untuk bisa menjadi baik seperti dulu lagi?”
Sebagaimana dijelaskan di dalam bukunya, “Mendidik Anak Zaman Sekarang Ternyata Mudah, lho,” (Penerbit Tangga Pustaka) ternyata sungguh betapa dahsyatnya efek dari kalimat-kalimat negatif bagi masa depan seorang anak!
Namun, berita baiknya adalah ternyata pengaruh kalimat-kalimat negatif tersebut masih bisa dihapuskan melalu kalimat-kalimat positif. Terlebih lagi yang mengucapkannya adalah orangtua atau gurunya sendiri.
Jadi, segeralah ganti kalimat-kalimat kita yang selama ini bernuansa negatif dengan kalimat positif.
Berikut adalah beberapa contoh kalimat negatif yang mungkin dulu sering kita dengar dari para guru dan orangtua.
“Aduh, kamu susah amat ya diajarinya?”
Coba kita ganti dengan :
“Ibu Guru yakin, kamu sebenarnya mampu mengerjakannya. Kamu hanya perlu waktu saja. Ayo kita coba sekali lagi ya!”
Ingat, kalimat mana yang kita pilih, itulah yang akan mempengaruhi pada masa depan anak-anak tercinta..!!!
Demi masa depan anak-anak kita yang lebih baik, mulai hari ini juga, mari kita biasakan untuk selalu mengucapkan kalimat-kalimat positif dengan penuh kasih sayang pada mereka setiap hari.
================================================================
Kisah ini adalah salah satu dari 60 Kisah Inspirasi dalam buku Ayah Edy yang berujudul: "Ayah Edy Punya Cerita..."
14 Februari 2013
Makna Keikhlasan
Saat sapaanmu tak terjawab, Allah tak pernah lupa berapa kata yang kau ucap,
Saat kau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung berapa tetes air matamu,
Saat mereka lari meninggalkanmu, Allah tak akan lupa menyertaimu.
Saat kerja kerasmu tak dihargai, percayalah letih dan lelahmu akan terhias dengan indah di taman-Nya.
Jangan pernah menyerah dan putus asa atas semuanya itu.
Teruslah berusaha dan berkarya dengan usaha dan karya terbaik.
Percayalah...., Allah yang akan membalas semuanya.
Allah bersama kita dan menyaksikan setiap perbuatan kita. Apabila kita banyak mengeluh karena beratnya ujian kehidupan, jika kita banyak menangis karena celaan dan cacian, jika kita menyerah dalam usaha dan karya kita, ingatlah, sesungguhnya Allah tidak akan salah dalam mencatat sekecil apapun pengorbanan yang telah kita jalani.
Lalu, apakah pekerjaan kita sebanding dengan karunia Allah dalam setiap desah nafas kita, dalam setiap amal ibadah kita?
Apakah kita pernah merasakan tersenyum kepada sahabat kita, kepada keluarga kita, kepada atasan kita, kepada relasi kita? lalu mereka tidak membalas senyuman itu, atau bahkan mengejek dan menertawakan kita atau tersenyum namun sinis.
Pernahkah lisan kita menyapa kawan kita, atasan kita, menyapa rekan kerja kita, menyapa semua orang dengan suara kebaikan kita setulus hati? Namun balasan mereka jauh dari yang kita harapkan. Mereka senantiasa acuh terhadap sapaan hangat kita, mereka tidak peduli dengan ketulusan salam kita, atau mereka hanya membalas tanpa ada kesan menerima dengan tulus.
Ketika semua usaha kita mendapat tantangan yang sangat berat, air matamu pun jatuh perlahan, menangis karena perihnya cobaan, karena pedihnya cacian, karena lelahnya perjuangan dan pengorbanan, karena hanya sedikit yang menolong kita dalam mengarungi jalan ini. Yakinlah, Allah tidak akan lalai terhadap hamba-Nya yang telah melakukan usaha dan karyanya dengan sepenuh jiwa.
Ketika senyuman tulus kita tidak mendapat balasan, Yakinlah Allah telah menghitung manisnya senyummu dari tulusnya hatimu.
Ketika sapaan hangat kita dibalas dengan acuh, Yakinlah Allah telah mencatat berapa kata yang terucap dalam sapaanmu.
Ketika usaha dan karyamu dalam kebaikan tidak dihargai dan dibalas dengan keburukan, Allah tidak pernah lengah mencatat usaha dan kerja kerasmu, meski lelah, meski resah dan gelisah.
Ketika mereka lari darimu, yakinlah Allah tidak akan meninggalkanmu.
Ketika kita menangis karena perihnya cobaan, Yakinlah, Allah tidak akan pernah lalai menghitung tiap tetes air matamu.
Maka, jangan pernah berkeluh kesah, dan jangan pernah takut dalam berjuang dan berusaha di jalan-Nya, karena Allah beserta orang-orang yang sabar dalam berusaha dan berjuang dengan segala pengorbanannya, karena Allah akan menolong dan meneguhkan pendiriannya, Karena Allah telah menjanjikan surga bagi hamba-hamba-Nya.
Semoga kita semakin teguh dan istiqomah di jalan ini. Dan semoga petunjuk dan pertolongan Allah senantiasa menyertai kita dalam lelahnya jiwa dan beratnya ujian ini. Semoga kita digolongkan menjadi para penghuni surga tertinggi di surga Firdaus kelak. Amin
01 Desember 2012
Rahasia dan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar
Seperti kita ketahui bersama bahwa manusia memiliki satu pikiran, dengan dua lingkup, yaitu: pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Bedanya, pikiran sadar mampu menalar, membandingkan baik dan buruk, benar dan salah, positif dan negatif. Adapun pikiran bawah sadar tidak menalar mana yang positif dan mana yang negatif, mana yang benar dan mana yang salah. Dan pikiran bawah sadar, memiliki kekuatan yang luar biasa, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan.
Dalam pikiran bawah sadar kita terletak kebijaksanaan tak terbatas, kekuatan tak terbatas, dan persediaan tak terbatas dari segala kebutuhan Anda, yang menunggu dikembangkan dan diungkapkan.
Antara dua lingkup pikiran tadi memiliki kaitan yang erat. Pikiran sadar memberikan perintah, baik sadar maupun tidak, kepada pikiran bawah sadar. Ketika seseorang berpikir, ”Saya bisa mencapai itu,” berarti pikiran itu perintah kepada pikiran bawah sadar. Begitu pula saat seseorang berpikir, ”Ah, saya tak mungkin bisa,” itu artinya instruksi kepada pikiran bawah sadar untuk melaksanakannya.
Dan pada saat instruksi itu datang, pikiran bawah sadar langsung bekerja tanpa perlu membuktikannya, dan tanpa mengenal waktu, bahkan saat kita sedang tidur pulas.
Ketika kita berpikir positif, pikiran bawah sadar langsung bereaksi untuk melaksanakan gagasan positif tadi. Sebagai contoh, Saat seseorang memikirkan tentang kedamaian, kebahagiaan, kesehatan, dan kekayaan, maka pikiran bawah sadar menerima gagasan itu dan bekerja untuk mewujudkannya.
Sebaliknya, ketika seseorang berpikir negatif, seperti ketidakberdayaan, ketidakmampuan melakukan sesuatu, maka pikiran bawah sadar pun bekerja mewujudkan ide atau kesan negatif tersebut.
Karena itu, sifat iri terhadap kebahagiaan seseorang justru akan menghalangi kita untuk mendapatkan kebahagiaan. Contohnya, saat kita tidak suka orang lain memiliki deposito begitu banyak dalam rekeningnya, sementara kita hanya bisa menabung sedikit demi sedikit, berarti kita telah menempatkan diri kita ke posisi yang sangat negatif; ”karena itu, kekayaan mengalir dari kita, bukan ke kita.” Untuk menetralisir pikiran negatif itu, kita disarankan untuk menyatakan langsung kepada diri sendiri bahwa kita mendoakan orang itu agar kekayaannya makin berlimpah.
Tujuan memberdayakan pikiran bawah sadar?
Yang paling sederhana adalah untuk mengatasi sugesti rasa takut, cemas, dan sebagainya. Tujuan lain adalah untuk penyembuhan mental, bahkan untuk penyembuhan penyakit fisik. Bagaimana kalau untuk kekayaan? Pikiran bawah sadar bisa dimanfaatkan untuk meraih kekayaan! Bagaimana tekniknya?
Saat Anda hendak tidur di malam hari, disarankan untuk mempraktikkan teknik: mengulangi kata-kata ”kekayaan” dengan tenang, santai dan penuh perasaan. Dalam kaitan ini, sang penulis buku ini menekankan antara lain: Pikiran sadar dan pikiran bawah sadar harus sepakat untuk menegaskan gagasan dominan tentang kekayaan, bukan kemiskinan.
Teknik lain melatih pikiran bawah sadar adalah memaafkan, yang penting untuk penyembuhan. Jengkel bahkan sampai mengutuk orang lain apalagi memusuhinya bisa menimbulkan berbagai penyakit. Teknik memaafkan seperti yang diuraikan oleh Murphy adalah sebagai berikut: Tenangkan pikiran, bersikap rileks, dan biarkan semua terjadi. Lalu, katakan, ”Saya bebaskan setiap orang dan semua orang yang pernah menyakiti hatiku, dan saya berdoa minta kesehatan, kebahagiaan, kedamaian, dan segala berkah hidup bagi setiap orang.”
Sungguh hebat kekuatan pikiran bawah sadar, jika kita mampu memanfaatkannya karena sangat menentukan setiap langkah dan tujuan dalam kehidupan kita.
Apa itu Bawah Sadar?
Pikiran Bawah Sadar yang disebut juga "Alam Bawah Sadar" adalah bagian pikiran manusia yang tidak disadari keberadaannya, namun pengaruhnya sangat besar. Pastinya kita sering mendengar bahwa manusia umumnya hanya menggunakan 10 % dari seluruh kekuatan kita, 90% lainnya tertidur di alam bawah sadar.
Bisa dikatakan, senang atau susah, sukses atau gagalnya perjalanan hidup manusia, sangat dipengaruhi oleh "program" atau "sugesti" yang tertanam di Pikiran Bawah Sadar.
Oleh karena itu, sangat penting bagi siapapun juga untuk memahami Potensi Pikiran Bawah Sadar. Selain itu, apabila kita mengerti cara menggunakan kekuatan pikiran bawah sadar kita, maka kita bisa menjadi apapun yang di inginkan. Hidup akan berubah, penyakit bisa tersembuhkan, kesuksesan dan kebahagiaan bisa diraih dengan mudah.
Cara kerja pikiran bawah sadar sangat berbeda dengan pikiran sadar. Apabila selama ini kita bekerja keras dan hanya mengandalkan logika dan pemikiran, maka kita pasti mendapatkan hasil yang biasa-biasa saja. Atau bahkan, untuk mencapai suatu usaha, kita perlu banting tulang sampai kita kelelahan.
Berbeda jika kita tahu cara menggunakan kekuatan bawah sadar dalam diri kita. Dengan memanfaatkan kekuatan alam bawah sadar, kita bisa meraih sukses dengan lebih mudah dan lebih cepat. kita tidak hanya bekerja dengan kecerdasan berpikir, tetapi juga dengan intuisi dan kreativitas sehingga "keberuntungan" berpihak kepada kita.
Kekuatan bawah sadar merupakan kekuatan yang sangat mempengaruhi hidup manusia. Bawah Sadar diciptakan Tuhan sebagai tanda Kekuasan Tuhan Yang Maha Esa. Sayangnya, hanya sedikit manusia yang menyadarinya.
Wallahu’alam bishshawab ...










